December 9, 2025 •
MoU Samator & ITB (CCS/CCUS)

Bandung, 9 Desember 2025 — PT Samator Indo Gas Tbk melanjutkan kerja sama strategis dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) terkait pemanfaatan produk liquid serta pengelolaan bersama pabrik Liquid CO₂ dan pengembangan Proyek Center of Excellence (CoE) Carbon Capture and Storage/Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS). Perpanjangan nota kesepahaman ini menjadi kelanjutan dari kemitraan yang telah terjalin sejak tahun 2018, ketika kerja sama serupa pertama kali ditandatangani — saat itu perusahaan masih bernama PT Aneka Gas Industri Tbk.

Penandatanganan di Kampus ITB
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan di Kampus ITB, Bandung, dan dihadiri oleh pimpinan kedua institusi. Dari pihak ITB hadir Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D., sementara dari PT Samator Indo Gas Tbk hadir Direktur Utama, Rachmat Harsono.
Fondasi Kemitraan Sejak 2018
Sejak 2018, kerja sama antara ITB dan Samator telah menjadi fondasi penting bagi pemanfaatan Liquid CO₂ dan optimalisasi operasional pabrik CO₂ milik perusahaan di wilayah Subang dan Cilamaya, Jawa Barat. Kolaborasi ini mendukung berbagai pemanfaatan CO₂, antara lain:
- Industri makanan dan minuman.
- Pengelasan (welding gas).
- Food packaging.
- Berbagai aplikasi lain yang relevan dengan kebutuhan industri nasional.
Infrastruktur pabrik Liquid CO₂ yang telah dimanfaatkan sejak perjanjian pertama pada 2018 kini menjadi basis pengembangan teknologi pemanfaatan CO₂ yang lebih efektif, termasuk untuk kebutuhan CCS/CCUS di masa depan.
“Kami bangga dapat melanjutkan kolaborasi penting ini dengan ITB. Pengelolaan CO₂ bukan hanya kebutuhan industri komersial, tetapi juga bagian dari strategi besar kami untuk mendukung inisiatif dekarbonisasi di Indonesia. Pabrik dan jaringan distribusi kami menjadi laboratorium nyata bagi peneliti ITB untuk menghasilkan inovasi yang relevan dan aplikatif.”
— Rachmat Harsono, Direktur Utama PT Samator Indo Gas Tbk
Keterlibatan dalam Proyek EOR
Pengalaman Samator dalam mendukung proyek berbasis CO₂ juga diperkuat melalui keterlibatan pada empat proyek EOR (Enhanced Oil Recovery), di mana Liquid CO₂ digunakan untuk meningkatkan produksi sumur tua melalui metode injeksi sekaligus berpotensi menyimpan karbon di bawah tanah. Sebagai bagian dari kerangka regulasi CCUS nasional, praktik EOR ini juga berkontribusi pada dekarbonisasi dan peluang penciptaan kredit karbon.
Komitmen menuju Target Penurunan Emisi Nasional
Perpanjangan MoU ini menegaskan komitmen kedua pihak dalam melanjutkan kontribusi pada pengembangan teknologi penangkapan dan penyimpanan CO₂ — salah satu tonggak penting menuju target penurunan emisi karbon nasional. Melalui Center of Excellence (CoE) CCS/CCUS, ITB telah aktif dalam berbagai riset dan pilot project bersama instansi pemerintah serta industri energi.
“Centers of Excellence dan kelompok riset di ITB terus berkolaborasi dengan instansi pemerintah serta pelaku industri untuk merancang proyek nyata, menguji teknologi baru, dan mendukung regulasi yang sedang berkembang. ITB siap memperkuat kolaborasi ini melalui riset bersama, program inovasi, dan pengembangan kapasitas, sehingga Indonesia tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga turut membentuk pasar karbon global yang adil, transparan, dan berintegritas tinggi.”
— Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D., Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB
Ruang Lingkup Kerja Sama
Ruang lingkup kerja sama antara PT Samator Indo Gas Tbk dan ITB mencakup berbagai kegiatan yang mendukung penguatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan inovasi, antara lain:
- Kerja sama bidang pendidikan dan pengajaran, termasuk program pembelajaran dan kegiatan akademik.
- Penelitian dan pengembangan riset untuk mendorong lahirnya teknologi serta solusi baru.
- Kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai kontribusi nyata kepada publik.
- Pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan program penguatan kapasitas.
- Konsultasi, pendampingan, dan kajian strategis dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
“Kami meyakini bahwa sinergi industri dan akademisi adalah jalur terbaik untuk menghasilkan terobosan. Dengan perpanjangan MoU ini, kami siap melangkah lebih jauh dalam pengembangan teknologi CO₂ yang bermanfaat baik bagi dunia industri maupun lingkungan.”
— Rachmat Harsono, Direktur Utama PT Samator Indo Gas Tbk
Share article?
RELATED NEWS



